Event on ALAMI

ALAMI Goes to Aceh

ALAMI Goes to Aceh

Bersama dengan OJK, asosiasi, dan para pemain fintech syariah lainnya, ALAMI ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat Aceh. Memperkenalkan tentang industri yang belakangan ini sedang tumbuh pesat.

Dalam acara bertajuk Seminar Nasional “Manfaat dan Risiko Fintech Lending” paparan bahasan terkait dengan membangun bisnis di era 4.0. Tujuannya mengenalkan layanan pembiayaan keuangan syariah dengan sistem online yang lebih efisien dan menjangkau sampai ke Aceh.

Provinsi diujung pulau Sumatera ini memiliki keunikannya sendiri. Karena hanya Aceh di Indonesia yang memiliki otonomi khusus untuk menjalankan peraturan daerahnya berdasarkan syariah.

Keseriusan Aceh dalam menerapkan prinsip syariah terlihat dari berbagai pengesahan peraturan. Yang terakhir pada akhir November 2018 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengesahkan Qanun 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Yang mewajibkan seluruh lembaga jasa keuangan (LJK) di Provinsi Aceh harus menganut prinsip syariah.

Dalam beberapa tahun mendatang hanya bank dan lembaga keuangan syariah yang dapat beroperasi disana. Bank konvensional harus menutup layanan konvensionalnya dan menggantinya dengan layanan Bank Umum Syariah (BUS) atau Unit Usaha Syariah (UUS).

Provinsi Aceh sangat serius dalam mendukung keuangan syariah ini. Masih teringat pada September 2016 Bank Aceh melakukan transformasi yang begitu berdampak pada pasar keuangan syariah. Dimana 20 Triliun aset Bank Aceh transformasi mengikuti berubahnya Bank tersebut menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Menaikkan rasio market share keuangan syariah yang tadinya 4,8% menjadi 5,2%.

Semangat provinsi Aceh untuk meningkatkan keuangan syariah selaras dengan visi ALAMI. Yaitu berupaya untuk mengenalkan keuangan syariah kepada masyarakat luas. Karena keuangan syariah adalah rahmatan lil almin yaitu kesejahteraan untuk seluruh alam.

Dimana keuangan syariah tidak hanya terbatas pada transaksi maisir, riba dan, gharar. Tetapi juga ditunjukkan dengan profesionalitas dalam menerapkan nilai-nilai dalam segala aktivitas operasionalnya termasuk kejujuran dan keadilan. Sehingga hal itu akan membawa ketenangan dan kenyamanan bagi semua pihak.

Prinsip-prinsip yang selaras ini membuat acara seminar disambut begitu antusias. Terlihat dari jumlah peserta yang hadir sekitar 200 peserta. Yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pengusaha, dan masyarakat umum. Mereka pun juga sangat antusias dengan beberapa pertanyaan yang diajukan dan beberapa yang mengunjungi booth ALAMI untuk mempelajari lebih lanjut.

Sosialisasi ini juga untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah yang memang masih rendah. Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh OJK dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada tahun 2016 menunjukkan inklusi keuangan syariah hanya sebesar 11,06% dan literasi keuangan syariah sebesar 8,11%. Hal ini menjadi tugas bersama bagi para pemain lembaga keuangan syariah dan regulator untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah. Dan ALAMI akan secara berkala bersama-sama mendukung sosialisasi dan menyelenggarakan acara semacamnya demi majunya keuangan syariah di Indonesia maupun dunia.

Chat with us